Siapa bilang kalau kita harus membuat rencana perjalanan kapanpun kita pergi travelling? Cica (@cicsky) membuktikan kalau dia masih bisa bersenang-senang travelling ke Penang dan Bangkok meskipun hanya mengikuti kata hati dan GPS di ponselnya. Ikuti perjalanannya ke negara tetangga bersama sahabatnya di bawah ini!

Petualangan ke Penang dan Bangkok

Penang dan Bangkok

Pertama-tama, ceritakan sedikit tentang diri Anda

Hai, Saya Cica. Bukan seorang traveller tapi ketika travelling, itu adalah Saya yang sedang menghabiskan jatah cuti, kabur dari rutinitas harian, dan memberikan hadiah kecil untuk diri sendiri.

Bagaimana ceritanya bisa ke Penang dan di mana Anda menginap?

Saya ke Penang bersama teman kuliah bernama Anita. Kami sama-sama orang yang spontan. Jadi ketika Saya membeli tiket pesawat, itu karena percakapan, “Kayaknya ke Penang seru, nih,” bersamanya. Setelah itu, Saya mencari tiket promo pesawat dan membeli dua tiket pergi-pulang.

Dua bulan kemudian, kami ke Penang dengan penerbangan ke Kuala Lumpur lalu dilanjutkan dengan bus dan Ferry ke Penang. Kami melakukan perjalanan dengan gaya roadtrip dan mengandalkan blog travelling yang pernah dibaca serta teknologi GPS (Gunakan Penduduk Sekitar).

Di Penang, kami menginap di hostel bernama Ong Court di daerah George Town. Mencari penginapan adalah tugas Anita, dan dia melakukannya dengan buruk. Penginapan yang ditemukannya sangat buruk sampai Saya tidak mau menceritakan seperti apa keadaan di sana.

Penang dan Bangkok

Ceritakan tempat-tempat yang Anda kunjungi di Penang dan mengapa tempat-tempat itu spesial?

Sejujurnya, kami tidak punya rencana perjalanan sama sekali. Kami memutuskan semuanya setelah sampai di hostel. Di hari pertama, kami menaiki Penang Rapid tanpa tujuan untuk melihat-lihat seluruh Penang dengan rute yang Saya temukan di peta. Sayangnya, busnya tidak diperuntukkan untuk melihat-lihat tapi mereka punya rute tertentu. Akhirnya kami berakhir di ujung Pulau Penang yang merupakan daerah pesisir bernama Batu Ferringhi.

Hari berikutnya kami pergi ke daerah Penang Street Art di mana terdapat banyak mural dan lukisan di dinding dan merupakan tempat terbaik untuk mengambil foto-foto yang instagrammable. Lalu kami mengunjungi Asia Camera Museum, sebuah tempat di mana Anda bisa menemukan jenis kamera apapun dari era manapun. Ini adalah surganya para fotografer, penggemar fotografi, atau fanboy dari merek kamera tertentu. Tempat ini memperbolehkan pengunjung berfoto tapi tidak untuk merekam. Jika Anda ingin mengetahui setiap penjelasan dari seluruh museum, tempat ini juga menyediakan pemandu untuk menemani Anda.

Setelah itu, kami kembali lagi ke Batu Ferringhi. Kali ini, karena kami tiba sebelum matahari terbenam, kami masih bisa melihat seluruh area di sana. Pantainya mirip seperti pantai di Belitung yang memiliki batu-batu besar dan masih didiami oleh monyet.

Bagaimana Anda mendeskripsikan Penang?

Secara keseluruhan, Penang adalah tempat yang tidak akan terlupakan oleh Saya karena meski merupakan sebuah pulau kecil, ia memiliki semua tempat keren untuk semua orang. Suatu hari nanti Saya akan kembali lagi karena ada banyak alasan untuk itu.

Kemana para pecinta kuliner harus pergi ketika travelling ke Penang?

Kami tidak melakukan wisata kuliner. Tapi terdapat banyak pedagang makanan di sepanjang Burma Street. Mungkin Saya akan mencoba makanan di sana pada kunjungan berikutnya.

Penang dan Bangkok

Mengapa memutuskan untuk pergi ke Bangkok di menit terakhir?

Di hari ketiga, Saya dan Anita pergi ke Bangkok menggunakan kereta. Rencana ini sebenarnya sudah muncul sekitar dua bulan setelah membeli tiket pesawat. Untuk mencapai Bangkok, kita harus menempuh perjalanan selama 17 jam dari Butterworth (Malaysia) ke Lamphong (Bangkok, Thailand). Bayangkan lelahnya perjalanan itu. Tapi di kereta terdapat fasilitas tempat tidur seharga 500 ribu rupiah jadi Anda bisa beristirahat dengan nyaman selama perjalanan.

Bagaimana Anda mendeskripsikan Bangkok?

Bangkok sangat mirip Jakarta. Rasanya seperti masih berada di Ibukota. Lalu lintas dan tata kotanya tidak jauh berbeda sehingga rasanya seperti sedang berjalan-jalan di Glodok. Tapi ini adalah tujuan yang bagus untuk mereka yang gemar menjelajahi kota.

Apa hal yang ditemukan di Bangkok yang menarik untuk Anda?

Saya dan Anita mengunjungi Wat Arun. Kami tidak tahu caranya ke sana tapi di bus ke Wat Arun, kami bertemu warga lokal yang akhirnya menunjukkan cara untuk menuju ke sana. Mereka kebetulan sedang mengisi waktu luang berkeliling dengan bus tanpa tujuan.

Rute ke Wat Arun sangatlah menantang; naik bus, lalu jalan kaki, kemudian naik perahu kecil. Jika bukan karena kedua warga lokal yang kami temui di bus, rasanya kami tidak bisa sampai di Wat Arun.

Adakah momen tak terlupakan selama berada di Penang dan Bangkok?

Hal paling tidak terlupakan ketika di Penang dan Bangkok adalah Saya menghabiskan waktu berjalan kaki dengan petunjuk Google Maps. Saya melakukannya untuk memperkecil kemungkinan tersasar. Selain itu, Saya juga ingin lebih merasakan vibe Penang dan Bangkok dengan berjalan kaki. Hal ini memakan waktu tapi tidak masalah karena Saya percaya pengalamannya akan jadi berbeda jika kami naik bus atau transportasi publik di sana.

Penang dan Bangkok

Kira-kira berapa total biaya yang dikeluarkan untuk ke Penang dan Bangkok?

Secara tidak disangka totalnya kurang dari 5 juta rupiah per orang.

Apa saja hal yang Anda sukai dari masing-masing tujuan?

Penang memiliki ruang pejalan kaki yang ramah jadi rasanya nyaman menuju ke manapun dengan berjalan kaki. Ia juga memiliki banyak objek wisata yang menarik jadi dijamin Anda tidak akan merasa bosan travelling di sana. Keramaian di Bangkok akan membuat Anda merindukan Jakarta ketika berkunjung ke sana.

Adakah fakta menarik yang Anda dapatkan tentang tempat yang dikunjungi?

Bahasa Thailand benar-benar sulit sampai membuat lidah Saya selalu kepleset.

Punya tips untuk traveller?

Jangan malu untuk mendekati orang lokal di sana. Anda tidak akan tahu kalau mereka bisa menjadi teman.

Baca Juga: Mencinta dan Menua bersama Endah n Rhesa

You May Also Like
Liburan Virtual
Read More

Liburan Virtual, Solusi Piknik dari Rumah Selama Pandemi

Liburan virtual bisa menjadi ide seru bersama orang-orang terkasih ketika bosan di rumah saja selama pandemi. Meski beberapa destinasi pariwisata sudah mulai dibuka, tak ada salahnya mengeksplorasi virtual holiday, yang tentunya bisa membawa pengalaman menarik tersendiri.